Ekonomi Bali Tumbuh 5,85 persen pada Triwulan III 2026, Tetap Melampaui Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

(Foto/ist) Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali.

(WARTADEWATA.COM) DENPASAR —  Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,85 persen (yoy) , meningkat  dibandingkan triwulan sebelumnya  yang tumbuh sebesar  5,78 persen  (yoy) dan  lebih  tinggi  dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,47 persen (yoy) . Hal tersebut mengindikasikan ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan  ditengah gejolak geopolitik global. Capaian tersebut  didorong oleh pertumbuhan seluruh  lapangan usaha  (LU). Merujuk data BPS,  LU  dengan  pertumbuhan tertinggi  adalah LU Pengadaan Listrik dan LU  Jasa Keuangan  yang tumbuh masing-masing sebesar 11,03 persen (yoy) dan  9,00 persen (yoy). 

Lebih lanjut, 4 (empat) LU Utama di Bali mengalami peningkatan diantara nya LU Penyediaan Akomodasi Makan, dan Minum  (LU Akmamin), LU Transportasi dan Pergudangan, LU Konstruksi, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 6,23 persen (yoy), 1,20 persen (yoy), dan 8,91 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan  triwulan II yang  masing-masing tumbuh sebesar  3,68 persen (yoy),  -0,64 persen (yoy),  dan 8,40 persen (yoy). Peningkatan pada LU Akmamin didorong oleh  peningkatan jumlah kunjungan Wisman dan Wisnus yang tercatat tumbuh masing-masing sebesar 0,94 persen (yoy) dan 4,00 persen (yoy) seiring dengan peak season  pariwisata pada periode musim panas dan libur sekolah.

Sektor  Akmamin tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Bali dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,27 persen, sejalan dengan kuatnya aktivitas pariwisata yang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Lebih lanjut peningkatan juga terjadi pada LU  Transportasi dan Pergudangan  utamanya pada  penumpang ASDP. 

Sementara itu peningkatan pada LU Konstruksi didorong oleh proyek konstruksi yang bersumber dari APBN dan APBD dengan total realisasi pada triwulan III 2026 sebesar Rp 344 Miliar meningkat hamp ir 2 kali lipat dibandingkan Rp 186 Miiar yang juga tercermin pada peningkatan pengadaan semen. Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh menguat utamanya didukung oleh Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 3,39 persen (yoy) meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tumbuh sebesar 2,23 persen (yoy) ditengah penurunan Impor. Hal ini tercermin dari  neraca perdagangan luar negeri yang  surplus sebesar US$ 97,62 juta, meningkat sebesar 26,16 persen (yoy). Capaian tersebut  turut didoro ng oleh peningkatan kunjungan Wisman. 

Komponen pengeluaran lainnya juga tumbuh tinggi meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan  sebelumnya diantaranya PMTB dengan  pertumbuhan sebesar 8,74 persen terutama pada subkomponen PMTB non-bangunan  didorong realisasi belanja modal pemerintah, konsumsi pemerintah dengan pertumbuhan 6,33 persen (yoy) didorong realisasi belanja pegawai serta barang dan jasa, dan konsumsi RT dengan pertumbuhan sebesar 5,43 persen (yoy)  terutama pada pengeluaran perumahan, penginapan dan hotel, serta rekreasi dan budaya.  

Pada Triwulan I V 2026,  Bank Indonesia memprakirakan  pertumbuhan ekonomi Bali tetap berada pada level yang tinggi didukung masih kuatnya konsumsi rumah tangga, berlanjutnya realisasi proyek strategis pemerintah dan swasta, serta tetap terjaganya optimisme dunia usaha. 

Meskipun demikian, normalisasi kunjungan wisatawan pasca periode peak season serta ketidakpastian global masih menjadi faktor yang perlu dicermati. 

Ke depan,  Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Bali. Upaya tersebut diarahkan pada penguatan sektor -sektor produktif, peningkatan investasi, pengembangan pariwisata berkualitas, serta penguatan ketahanan ekonomi daerah guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.(ist)  

Scroll to Top