UNIPAS Gelar FGD Pelaksanaan Penelitian Hibah DPPM KemdiktiSaintek Republik Indonesia

(Foto/ist) Tampak suasana saat digelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (24/8/2026) di Aula Universitas Panji Sakti Singaraja.

(WARTADEWATA.COM) SINGARAJA —  Universitas Panji Sakti (UNIPAS) Singaraja menggelar Focus Group Discussion (FGD) pelaksanaan penelitian hibah DPPM KemdiktiSaintek Republik Indonesia melalui skema Penelitian Fundamental. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (24/8/2026) di Aula Universitas Panji Sakti mengangkat judul penelitian “Konstruksi Karir RIASEC John L. Holland Berbasis Catur Purusa Artha untuk Meningkatkan Career Decision Making Siswa SMK se-Provinsi Bali.” Kegiatan FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPAS, Gede Danu Setiawan, S.Pd.,M.Pd. 

(Foto/ist) Peserta yang hadir saat digelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (24/8/2026) di Aula Universitas Panji Sakti Singaraja yakni pakar Bimbingan dan Konseling, pakar perkembangan remaja, pakar evaluasi pendidikan, serta guru Bimbingan dan Konseling dan guru Agama Hindu dari SMK yang menjadi sekolah sasaran penelitian.

Ketua LPPM UNIPAS, Gede Danu Setiawan, S.Pd.,M.Pd. dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan penelitian yang tidak hanya mengembangkan kajian keilmuan di bidang bimbingan dan konseling, tetapi juga berupaya mengintegrasikan kekayaan budaya lokal Bali ke dalam pengembangan layanan pendidikan dan konseling karir.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menentukan pilihan dan arah karir secara tepat. Proses pengambilan keputusan karir atau career decision making merupakan salah satu aspek penting bagi siswa SMK karena berkaitan dengan kesiapan mereka dalam melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kompetensi sesuai potensi dan karakteristik dirinya, ujarnya.

“Penelitian ini bertujuan memberikan siswa-siswa SMK se-provinsi Bali mengetahui karir yg sesuai dengan diri masing-masing dengan menggunakan teori Karir Jhon L.Holland dengan pendekatan budaya Catur Purusa Artha. Peneliti juga ingih memberikan solusi siswa dalam memilih pekerjaan setelah tamat, tetapi juga menuntun mereka menemukan makna, tujuan, dan arah hidup yang selaras dengan potensi diri serta nilai-nilai budayanya,” jelas Danu Setiawan.

Dikatakan, melalui penelitian ini, teori karir RIASEC John L. Holland dikonstruksikan dan dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Catur Purusa Artha, yaitu Dharma, Artha, Kama, dan Moksa. Integrasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan suatu konstruksi konseling karir yang tidak hanya berorientasi pada minat, kepribadian, kemampuan, dan lingkungan pekerjaan, tetapi juga memiliki landasan nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Bali. FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pakar dari bidang yang relevan, kata Danu Setiawan. 

Peserta yang hadir terdiri atas pakar Bimbingan dan Konseling, pakar perkembangan remaja, pakar evaluasi pendidikan, serta guru Bimbingan dan Konseling dan guru Agama Hindu dari SMK yang menjadi sekolah sasaran penelitian.

Kehadiran para pakar dan praktisi pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penggalian masukan, validasi konseptual, serta penguatan konstruksi produk penelitian. Diskusi berlangsung secara aktif melalui penyampaian pandangan, pengalaman lapangan, analisis terhadap kebutuhan perkembangan karir remaja, serta relevansi penerapan nilai-nilai Catur Purusa Artha dalam layanan konseling karir di sekolah.

Dalam forum tersebut, para peserta memberikan berbagai masukan terkait karakteristik siswa SMK, tantangan pengambilan keputusan karir pada remaja, kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, serta strategi yang tepat dalam mengintegrasikan budaya Bali ke dalam pendekatan konseling karir modern.

Guru BK (Bimbingan dan Konseling) sebagai praktisi di lapangan turut memberikan gambaran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi siswa dalam menentukan pilihan karir. Sementara itu, guru Agama Hindu memberikan perspektif mengenai makna dan implementasi nilai-nilai Catur Purusa Artha yang dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan dan perkembangan peserta didik.

Melalui kegiatan FGD ini, tim peneliti memperoleh berbagai rekomendasi penting sebagai dasar dalam penyempurnaan konstruksi konseling karir RIASEC berbasis Catur Purusa Artha. Hasil diskusi diharapkan dapat memperkuat landasan teoretis, filosofis, dan praktis penelitian sebelum memasuki tahapan pengembangan dan pengujian produk.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen UNIPAS dalam mendukung pengembangan penelitian yang inovatif, kontekstual, dan berakar pada kearifan lokal. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling serta menghasilkan model layanan konseling karir yang mampu membantu siswa SMK se-Provinsi Bali dalam mengambil keputusan karir secara lebih matang, terarah, dan bermakna.

Dengan memadukan teori karir modern dan nilai luhur budaya Bali, penelitian ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan konseling karir yang relevan dengan karakteristik peserta didik sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dalam dunia pendidikan.(rls)

Scroll to Top