Program Doktor Terapan Bisnis Pariwisata PNB Sukses Menggelar ICS di Desa Wisata Pinge

(WARTADEWATA.COM) TABANAN – Program Pengabdian Masyarakat Internasional atau ICS (International Community Service) yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Program Doktor Terapan Bisnis PNB ( (Politeknik Negeri Bali) di Desa Wisata Pinge pada Sabtu (1/10/2025) sukses terlaksana. Desa Wisata Pinge adalah desa wisata yang berada di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Desa Wisata Pinge terkenal dengan suasana pedesaan asri dan budaya tradisionalnya.
Prof Dr Gede Ginaya M.Si selaku Ketua Pengabdian di Desa Wisata Pinge menjelaskan “Pengabdian ini mengambil tema teknik story telling dan teknologi media sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dinaungi oleh lembaga P3M, jadi ini penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Negeri Bali. Dan untuk skema dimana semester ganjil ini kami dari Prodi bisnis pariwisata yaitu Prodi S3 program dokter terapan melakukan pengabdian ini di desa wisata Pinge dan kebetulan juga untuk merayakan ulang tahun Prodi S3 yang pertama sehingga untuk memperluas cakupannya dirangkaikan dengan kegiatan internasional dari pengabdiannya bersifat internasional. Kita mengundang beberapa pembicara dari luar negeri seperti Cina, Jerman, dan Belanda. Kegiatan ini sasarannya untuk para pengelola desa wisata dengan potensi yang mereka miliki sehingga bisa mempromosikan desa wisata ini lebih luas lagi dan dapat menarik wisatawan yang belum mengenal desa wisata ini supaya berkunjung ke sini. Disamping itu keunikan yang dimiliki Desa Wisata Pinge juga perlu di angkat lagi dengan teknik story telling dan media promosi. Ini tujuannya tentu untuk promosi memperkenalkan lebih luas lagi desa wisata Pinge,” jelas Prof Ginaya.
Menurut Prof Ginaya, mengambil lokasi di desa wisata Pinge karena kebetulan Desa Pinge jaraknya dari Denpasar tidak terlalu jauh. Disamping itu karena ada MOU yang telah di lakukan antara Politeknik Negeri Bali dengan desa Pinge sebagai desa wisata yang sudah eksisting dan perlu dikembangkan lagi.
Desa wisata Pinge ini mirip seperti Penglipuran, kalau kita masuk ke sini sangat spesifik setiap rumah itu ada angkul angkulnya (pintu gerbang khas Bali). Disamping itu, beberapa rumah warga digunakan untuk homestay. Rumah yang digunakan sebagai homestay di tandai dengan adanya kentungan di depan rumah tersebut. Di sana wisatawan yang mau menginap bisa sewa homestay tersebut. Selain homestay juga punya potensi seperti Laduma, venue untuk menerima tamu dengan event-event tertentu. Di Laduma ini ada Jineng (bangunan dari kayu), pemandangan yang Asri kemudian ada juga tracking. Pariwisata kreatif dikembangkan di sini, seperti membajak sawah, mengikuti upacara juga ada kuliner yang khas di desa wisata Pinge seperti teh beras merah itu disajikan kemudian juga ada jajanan Bali dan masakan menu lokal bebahan organik, ujar Prof Ginaya.
Sementara Prof. Dr. I Putu Astawa, SE, MM, Koordinator Program Studi S3 Terapan Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali dalam kesempatan tersebut mengungkapkan “Kami memiliki beberapa kerjasama terkait dengan pengembangan desa wisata, nah salah satunya itu adalah di desa Pinge ini. Hari ini adalah hari pertama Program Studi S3 Pariwisata untuk membuktikan dan memberikan rekomendasi kepada kompetensi mereka pada masyarakat terkait dengan bagaimana pengelolaan desa wisata khususnya menyampaikan informasi kepada masyarakat yang benar atau story tellingnya, topiknya biar bener objeknya bener sehingga masyarakat bisnis pariwisata biar memahami desa wisata Pinge ini memiliki potensi yang sesuai dengan apa yang ada tidak di karang-karang. Yang kedua bahwa setiap mahasiswa yang kami hadirkan di sini adalah mereka memiliki kemampuan di bidang itu. Untuk lulus Doktor nanti salah satu syaratnya dia harus membuat produk inovasi. Jadi mereka akan menyampaikan bagaimana produk-produk hasil resert ke depan diberikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Panitia ICS Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par., M.Sc dalam kata sambutannya mengatakan “Pengabdian masyarakat internasional adalah peluang besar untuk melibatkan orang-orang yang menggunakan keterampilan mereka untuk membantu organisasi dan tujuan, dalam hal ini untuk mendukung pengembangan pariwisata di Desa Wisata Pinge. ICS ini diikuti 7 negara dan merupakan ICS pertama yang digagas dan diselenggarakan oleh Program Doktor Terapan Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali. Meskipun ini adalah layanan pertama, kami senang untuk menyampaikan bahwa ICS ini telah menarik lebih banyak dukungan dari mahasiswa, pembicara, mitra media dan tentu saja Komunitas Desa Wisata Pinge,” kata Erika.(pur)

