Bank BPD Bali Gelar “Media Gathering” Di Nusa Penida

Tampak wartawan dan karyawan melakukan foto bersama usai dilaksanakan Media Gathering di Nusa Penida.

(WARTADEWATA.COM) – Sejalan dengan visi sebagai bank-nya UMKM, Bank BPD Bali pada Jumat-Sabtu (23-24/2/2922) menggandeng media cetak dan elektronik dalam menginformasikan perkembangan bisnis dan peran Bank BPD Bali di masyarakat. Gelaran tersebut dikemas dalam “Media Gathering” ke Nusa Penida, kabupaten Klungkung Bali. Dalam Media gathering kali ini, media massa partner Bank BPD Bali diajak mengunjungi UMKM khususnya nasabah binaan Bank BPD Bali seperti Kelompok Tani Rumput Laut Sari Segara dan Kelompok Industri Tenun Winangun Asri Desa Pakraman Karang, Desa Pajukutan, Kecamatan Nusa Penida.
Ketua Kelompok Tani Rumput Laut Sari Segara, Nyoman Sudastra menjelaskan, petani rumput laut yang jumlahnya 32 orang rutin berproduksi namun karena merupakan profesi turun temurun. Namun karena beberapa kendala seperti hama dan cuaca mengakibatkan petani kerap gagal dan hasil panen tidak maksimal. Sementara harga bibit rumput laut cukup tinggi mencapai Rp 80 ribu per 5 meter. Oleh karena itu agar petani dapat berproduksi secara rutin diperlukan permodalan dari perbankan. Bank BPD Bali menurutnya memiliki kredit KUR Mesari yang dapat membantu petani rumput laut khususnya di Nusa Penida. Lewat KUR dengan bunga ringan dan jangka waktu yang bersahabat akan menjaga petani rumput laut tetap berproduksi. Sementara para istri petani rumput laut mengolahnya menjadi produk siap jual. Hal ini juga membutuhkan permodalan sehingga peran perbankan bagi petani rumput laut sangat krusial, jelasnya.
Sementara Direktur Operasional Ida Bagus Gede Setia Yasa,S.Kom.,M.M. disela-sela acara Media Gathering di Nusa Penida mengungkapkan
Balipay dapat membantu masyarakat dalam kegiatan Cashless dan Contactless Society dimana menciptakan budaya bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran melainkan menggunakan aplikasi pembayaran dengan sarana Mobile. Selain Balipay, Bank BPD Bali melebarkan sayapnya berkolaborasi dengan Bank Indonesia, mengembangkan fitur kanal QRIS Lintas Negara (Crossborder). Pengguna dapat menggunakan QRIS Crossborder untuk bertransaksi dari BPD Bali Mobile di merchant Luar Negeri, ungkapnya.
Menurut Setia Yasa “Solusi ini merupakan cara bertransaksi dengan menggunakan fitur transaksi QRIS pada BPD Bali Mobile yang memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran di negara yang berbeda. Saat ini kemudahan transaksi tersebut baru dapat dinikmati di Negara Thailand, dimana saat berbelanja dan membayar, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan melakukan scan kode QR yang disediakan merchant di Thailand (dari bank partner Thailand yang terintegrasi jaringan QRIS), ujarnya.
Ditambahkan, selain praktis dengan transaksi QRIS pada BPD Bali Mobile, nominal transaksi yang dilakukan akan dikonversikan otomatis dengan kurs yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Begitu pun sebaliknya bagi merchant di Indonesia, QR Cross-border juga bisa menguntungkan karena wisatawan Thailand yang datang ke Indonesia juga bisa langsung bertransaksi dengan mudah melalui QRIS  kata Setia Yasa.
Untuk memperkuat permodalan, Bank BPD Bali mengambil langkah – langkah strategis ke depannya. Yaitu, meningkatkan kualitas pengelolaan governance, risk management dan compliance, meningkatkan kualitas kredit melalui pengendalian Non Performing Loan (NPL) secara ketat, mendorong pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga, mendorong segmen UMKM sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah dengan menetapkan share kredit UMKM minimal, meningkatkan kolaborasi ekosistem digital dengan Pemerintah Daerah, meningkatkan inovasi produk dan layanan dalam rangka penguatan loyalitas pelanggan, memperluas jangkauan layanan dan akses dengan memanfaatkan digitalisasi, memperkuat peran sebagai Bank Devisa, meningkatkan aliansi strategis dengan sejumlah mitra, meningkatkan corporate brand, memperkuat organisasi dan meningkatkan kapabilitas strategis SDM serta internalisasi budaya perusahaan dan mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi sebagai backbone pelayanan kepada nasabah maupun pengelolaan internal, papar Setia Yasa.(pur)

Scroll to Top