Bakti Lingkungan Djarum Foundation Rangkul Komunitas Siap Darling

(Foto/ist) Tampak Darling Squad melakukan foto bersama sebelum melakukan aksi penanaman mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Pemogan, Bali pada Rabu (31/8/2022).

(WARTADEWATA.COM)–Siap Darling, sebuah gerakan cinta lingkungan khusus untuk generasi muda yang digagas Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sejak 2018 yang lalu, menggandeng 150 mahasiswa aktif yang tergabung di Komunitas Siap Darling atau Darling Squad pada aksi penanaman mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Pemogan pada Rabu (31/8/2022).

Mahasiswa-mahasiswi ini berasal dari lima (5) Universitas di Provinsi Bali yang secara sukarela bergabung di Siap Darling dan sebelumnya
sudah aktif melakukan berbagai aksi cinta lingkungan. Penanaman 5.000 bibit mangrove ini menjadi aksi yang pertama dilakukan secara luring, setelah sebelumnya kegiatan lebih banyak berfokus pada kanal daring.
“Siap Darling diusung oleh BLDF sebagai wadah bagi generasi muda untuk mewujudkan aksi peduli
lingkungan dan menjadi kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada di sekeliling kita. Keterlibatan Komunitas Siap Darling ini sangat besar dampaknya, tidak hanya melalui
penanaman pohon seperti yang kita lakukan pada hari ini, tapi juga dengan penyebaran pesan-pesan
positif tentang lingkungan yang mereka sampaikan melalui beragam kanal media sosial masing-
masing,” ujar Mutiara Diah Asmara, Communications Director Djarum Foundation.

Selain ikut menanam mangrove, dalam kegiatan ini Komunitas Siap Darling juga mendapatkan
pembekalan dari I Gede Robi atau yang dikenal dengan Robi Navicula dan Alfira Naftaly atau
yang akrab disapa Anak Bebek mengenai aksi cinta lingkungan apa saja yang bisa dilakukan oleh
pemuda-pemudi di Bali dari lingkungan terdekat mereka yaitu rumah tinggalnya, mengenali ragam
jenis tanaman, serta bagaimana menyebarkan berita baik tentang lingkungan yang efektif. Karena
keikutsertaan di Siap Darling bersifat sukarela, harapannya Komunitas Siap Darling juga dapat
menginspirasi keluarga, teman dan saudaranya untuk lebih peduli dengan lingkungan dengan
caranya masing-masing. Kami juga ingin mendorong mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan sehingga nantinya mereka-mereka inilah yang akan melanjutkan upaya yang kita lakukan pada hari ini di lingkungan
tinggalnya masing-masing,” tambah Mutiara.

Selain mangrove, Siap Darling juga kerap menggandeng Komunitas Siap Darling untuk melakukan aksi penghijauan di candi-candi seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sudah ada 8 kawasan candi yang telah ditanami oleh 942 Darling Squad, dan jumlah ini diharapkan dapat terus bertambah setiap tahunnya.

I Ketut Subandi, S. Hut., M.Si., Kepala Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali menyebutkan saat ini
perhatian masyarakat terkait pelestarian mangrove memang terus meningkat “Sebagai ekosistem
penyokong karbon biru, mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi 3—5 kali lebih besar
daripada hutan hujan tropis. Namun, butuh waktu 5-10 tahun hingga mangrove tumbuh berkelanjutan
dan mencapai fungsi tersebut,” ujar Subandi.

Setelah ditanam, mangrove pun dapat rusak secara alami karena terbawa ombak, pasang surut air laut, tidak tahan terhadap salinitas payau, endapan lumpur, atau akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu, penyulaman atau proses mengganti mangrove yang telah mati dengan bibit baru perlu dilakukan, hingga tahun ke-2. “Bila generasi muda dapat terlibat merawat mangrove di berbagai siklus hidupnya, saya yakin mereka akan lebih menghargai keberadaan dan kekayaan fungsi tanaman ini nantinya. Maka dari itu, sebagai perwakilan dari Pemerintah Daerah, kami ingin keterlibatan generasi muda saat ini dapat menjadi tongkat estafet untuk generasi muda ke depannya,” tegas Subandi.

Sementara Nana Mirdad, aktris peduli lingkungan, serta sebagai perwakilan anak muda,
menyampaikan seiring meningkatnya tantangan pelestarian bumi dan pengendalian perubahan iklim, kesadaran itu perlu lebih dikencangkan. “Terkadang kita tidak menyadari bahwa hal-hal kecil seperti tidak menyisakan makanan, dapat mengendalikan dampak lingkungan seperti emisi karbon dan lainnya. Perubahan kecil itu ternyata dapat menjadi salah satu langkah kita untuk menjalin keharmonisan dengan alam. Maka dari itu, pemuda pun memiliki kendali untuk mengubah masa depanya sendiri, termasuk dengan merawat dan menghargai berbagai ekosistem bumi,” ujar Nana.

Seriani yang merupakan salah satu Darling Squad asal Papua dan sedang mengenyam pendidikan di
Universitas Udayana mengikuti lokakarya, bincang-bincang, serta penanaman mangrove mengaku
senang karena tidak hanya mendapat tambahan teman, ilmu, dan pengalaman, tetapi juga semakin
menyadari upaya apa saja yang dapat generasi muda lakukan untuk berkontribusi terhadap
lingkungan dan perubahan iklim. “Saya baru memahami ternyata mangrove memiliki banyak
jenisnya dan di acara ini, saya pun jadi semakin belajar bagaimana cara mangrove tumbuh serta apa saja tantangan dalam merawatnya. Melalui acara ini, saya harap keberadaan mangrove di Bali dapat terjaga, dan semakin banyak teman-teman mahasiswa yang peduli pada kelestarian ekosistem ini,” kata Seriani.(rls)

Scroll to Top