Usaha Olahan Ikan Bandeng New Citra Indonesia Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

WhatsApp
(Foto/purnadha) Sari Noviani, Pemilik New Citra Indonesia.

(WARTADEWATA.COM) SEMARANG — Usaha Olahan Ikan Bandeng New Citra Indonesia merupakan usaha kuliner khas Semarang yang fokus jual berbagai olahan ikan bandeng seperti bandeng presto, tahu bakso, otak-otak bandeng, pepes bandeng, abon bandeng, stik kulit ikan, bandeng presto duri lunak dan lainnya. Kini New Citra Indonesia mempekerjakan sekitar 20 pekerja. Ketatnya persaingan bisnis kuliner olahan ikan di Indonesia, tidak membuat New Citra Indonesia patah semangat. Terbukti New Citra Indonesia yang ada di Semarang mampu menarik perhatian konsumen lewat produk-produknya yang sangat bervarian yang kini dikenal luas hingga pasar nusantara. 

(Foto/purnadha) Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali Wayan Sanjaya Caesar, S.H., M.H.,


Menurut Sari Noviani, awalnya orang tuanya yang menjual olahan bandeng, tapi cuma pesanan. Dari resep orang tuanya itulah Sari Noviani melanjutkan usaha olahan Bandeng ibunya. Perjalanan bisnisnya bermula dari keinginan sederhana untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan modal terbatas dan pengalaman yang masih minim, Sari Noviani mencoba memproduksi bandeng presto secara mandiri di rumahnya. Nah, untuk tahap awal, pemasaran pada 2009 dilakukan di sekitar tempat kerja Sari Noviani, yakni di Rumah Sakit (RS) tempatnya bekerja. Lama-lama berkembang hingga memasok ke beberapa rumah sakit lain di Semarang, tutur Sari Noviani saat menerima kunjungan wartawan Bali bersama Bank BPD Bali, pada Sabtu (9/5/2026). 


Sari Noviani, sang pemilik New Citra Indonesia yang merintis usahanya dari dapur rumah tipe 21 sejak 2009 saat ini berkembang pesat berkat inovasi produk, kualitas produk, dukungan pemerintah, serta strategi pemasaran digital yang adaptif pasca pandemi Covid-19. Dari ruang produksi kecil tersebut, usaha keluarga bernama New Citra Indonesia kini berkembang menjadi salah satu pelaku UMKM pengolahan bandeng di Kota Semarang dengan ratusan mitra pemasaran daring.


“Pandemi membuat kami sadar pentingnya pemasaran digital. Sebelumnya kami sama sekali tidak bermain media sosial,” ungkap Sari Noviani, sembari mengatakan bahwa perubahan strategi pemasaran ke platform daring justru menjadi titik balik usaha tersebut. Selama pandemi, New Citra berhasil membangun sekitar 50 reseller dan memperluas pasar penjualan secara online.
Kini New Citra Indonesia memiliki sekitar 200 mitra online yang tersebar di Semarang, Solo, Magelang, hingga Yogyakarta. Sari mengaku masih membuka peluang memperluas pasar ke Bali dan Jakarta. 

Kesuksesan New Citra menjadi bukti bahwa pelaku UMKM Indonesia mampu bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan ekonomi. 

Sari Noviani mengungkapkan bahwa saat menghadapi tekanan biaya produksi, New Citra Indpnesia memutuskan membuka diri terhadap pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Awalnya mengajukan pinjaman sebesar Rp 100 juta. Setelah pinjaman pertama selesai, pihak pembiayaan kembali menawarkan tambahan modal hingga Rp 500 juta, ungkapnya.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali Wayan Sanjaya Caesar, S.H., M.H., mengucapkan terimakasih atas penerimaan dari pihak New Citra dan Dinas terkait di Semarang yang begitu terbuka dan membagikan beragam informasi. Sanjaya Caesar berharap, beragam informasi yang diterima dalam kunjungan kali ini bisa memberikan inspirasi atau bahkan hubungan kerja sama antar UMKM Semarang dan Bali, ujarnya.(ist)

Scroll to Top