Rabu, Februari 28, 2024
BerandaGaya HidupUNIQLO Gandeng PPLH Bali Gelar Edukasi Sampah Plastik

UNIQLO Gandeng PPLH Bali Gelar Edukasi Sampah Plastik

(WARTADEWATA.COM) – Sampah plastik banyak kita lihat diberbagai tempat, tentu ini menjadi perhatian banyak pihak karena sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan tentunya. Untuk itulah UNIQLO perusahaan pakaian yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali menggelar kampanye “Ban the Big 5 Education” di Gang Sari Dewi, Tonja, Denpasar – Bali pada Sabtu (24/6/2023). Kali ini PPLH Bali mengajak Rare Beten Tiying Group (komunitas bermain anak-anak di gang Sari Dewi) untuk edukasi tentang sampah plastik yang dikemas dengan permainan.

Seluruh peserta acara “Ban the Big 5 Education” melakukan foto bersama.

Sekarang sedang musim liburan anak-anak, untuk itu kita perlu mengajak anak-anak mengisi liburan dengan hal-hal yang positif. Nah sekarang kita mengajak Rare Beten Tiying yang merupakan komunitas bermain anak-anak di Sari Dewi ini untuk mengikuti edukasi sampah plastik. Di musim liburan ini anak-anak kita ajak bermain game bagaimana mengelola sampah, jadi mereka tidak berat dengan game ini. Game ini penuh dengan nasehat ataupun edukasi mengenai bagaimana pentingnya pengelolaan sampah mulai dari sumbernya. Jadi anak-anak diajak happy fun diajak senang-senang tapi ada pesan yang terselip di dalamnya, ujar Ni Made Indra Wahyuni, Program Manager PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali, usai acara “Ban the Big 5 Education”.

Dalam kegiatan ini target PPLH Bali sendiri yang bekerjasama dengan UNIQLO yakni menyiapkan anak-anak agar lebih paham bagaimana penting dan sadar bahwa tanggung jawab mereka sebagai penghasil sampah juga wajib mengelola sampah mulai sejak dini. Harapannya selain mereka yang di edukasi mereka juga bisa menularkan atau memberikan edukasi ke teman-teman sebayanya bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Mereka wajib mengelola sesuai dengan sumbernya dan sesuai dengan jenis sampak itu sendiri. Harapannya juga anak-anak bisa memberitahu keluarganya maupun orang-orang sekitarnya tentang pengelolaan sampah, harap Indra.

Menurut Indra, “Sampah plastik yang pertama kita kurangi adalah plastik kresek atau kantong plastik, sedotan, styrofom, sachet dan juga mikrobid. Nah kelima produk plastik sekali pakai ini memang berbahaya bagi lingkungan karena salah satunya susah terurai di lingkungan dan menimbulkan dampak bagi kesehatan lingkungan dan juga bagi alam kita. Nah produk-produk ini memang sudah diatur dalam peraturan Gubernur Bali, ujarnya.

Pemerintah dan juga masyarakat agar mengelola sampah dari sumber yakni rumah tangganya masing-masing minimal dengan cara pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. PPLH Bali melakukan edukasi tidak hanya kali ini saja, edukasi sampah plastik sudah dilakukan sejak tahun 2021. PPLH tidak bisa bergerak sendiri, perlu ada dukungan dari semua pihak termasuk juga dari perusahaan salah satunya seperti UNIQLO ini.(dha)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments