Rabu, April 24, 2024
BerandaENTERTAINMENTPuncak HUT Bank BPD Bali ke-60 Bertemakan “Transformasi Tiada Henti” Berlangsung Sukses...

Puncak HUT Bank BPD Bali ke-60 Bertemakan “Transformasi Tiada Henti” Berlangsung Sukses Dan Meriah

(WARTADEWATA.COM) – Tidak terasa usia Bank BPD Bali pada 5 Juni 2022 sudah menginjak ke-60 tahun. Tentunya banyak hal yang telah dilewati untuk mewujudkan “Transformasi Tiada Henti” sesuai dengan tema HUT yang diusung kali ini. Perayaan puncak HUT Bank BPD Bali ke-60 digelar Minggu (5/6/2022) di Ksirarnawa Art Centre, Denpasar berlangsung dengan sukses dan Meriah. Selama 60 tahun Eksistensi Bank BPD Bali tentunya banyak memberikan pengalaman dan pelajaran untuk menjadikan Bank BPD Bali lebih baik serta mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan dengan menggunakan produk dan layanan Bank BPD Bali.

Dalam 10 tahun terakhir, transformasi digital menjadi fokus Bank BPD Bali. Pada 2012-2013  telah dilakukan  Elektronifikasi Pajak Daerah BPD Payment, SP2D Online. Tahun 2015-2016 ada Digitalisasi Core Bisnis Internet Banking, Mobile Banking, ATM. Tahun 2017-2018 ada layanan Lakupandai, E-link LPD, Internet Banking Bisnis, E-Samsat. Tahun 2019-2020 ada layanan QRIS, Kartu Debet, E-Retribusi Pemda. E-Ticketing Pariwisata, Payment System E-Commerce. Tahun 2021 diluncurkan E-link BPR, E-retribusi Pemda (lanjutan), Cardless Transaction, QRIS Cross Border, Acquirer Debet (On Us). Nah di tahun 2022 ada layanan Digital On Boarding On progres. Tahun 2022-2023 ada layanan Uang Elektronik servered based BaliPay, Super App Mobile Banking, Open API, Interlink Fintech & E-Commerce, Omnichannel, jelas Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, SH.,MH. usai acara HUT Bank BPD Bali Minggu (5/6/2022) di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar.

Tampak Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, SH.,MH. Beserta para undangan melakukan foto bersama saat acara HUT Bank BPD Bali ke-60 Minggu (5/6/2022) di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar.

“Pandemi Covid – 19 tentunya memberikan banyak pelajaran berharga bagi insan perbankan. Di Tahun 2020-2021, dalam terpuruknya kondisi pariwisata Bali,  Bank BPD Bali berupaya keras untuk beradaptasi secara cepat menghadapi perubahan arah bisnis menyesuaikan dengan great shifting pola hidup dan budaya baru yang tentunya menyadarkan kita akan adanya fenomena revolusi digital. Kami sangat bersyukur dapat menjaga loyalitas nasabah, bahkan dalam kondisi yang berat untuk melewati pandemi ini dengan terus berinovasi dan bertransformasi,” ujar Sudharma.

Dipaparkan Tahun 2021 Bank BPD Bali mencatatkan penghargaan di berbagai bidang khususnya terkait penyaluran UMKM. Penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik dari seluruh Bank BUKU I dan II di Indonesia, penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Bank Penyalur KUR Terbaik I Tahun 2021 Kategori Bank Daerah dan berbagai penghargaan lainnya. Hal ini sebagai perwujudan visi dan misi Bank BPD Bali, sekaligus dukungan pada program pemerintah khususnya penciptaan daya saing UMKM sebagaimana amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, papar Sudharma.

Dari performance keuangan, Sudharma menjelaskan Bank BPD Bali di Tahun 2021 berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 549 miliar dengan pembagian dividen sebesar  Rp 411 miliar. Sejalan dengan ketentuan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank di akhir Tahun 2024 Bank BPD Bali dapat memenuhi kewajiban modal inti paling sedikit 3 T dan berada pada KBMI I. Harapannya, kami dapat mempercepat proses peningkatan Bank BPD Bali menjadi KBMI II, sehingga dapat semakin memperluas ekspansi usaha dan semakin mengukuhkan Bank BPD Bali sebagai penghasil pendapatan terbesar bagi Pemerintah Daerah Bali,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sudharma mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Karangasem karena telah menambah setoran modal kepada Bank BPD Bali di tahun 2021-2022. Adapun setoran modal yang diberikan ke Bank BPD Bali yakni Pemerintah provinsi Bali sebesar 30 M, Akta 63 tanggal 28 Mei 2021. Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar 7,2 M Akta 54 tanggal 27 Desember 2021, dan di Tahun 2022 sebesar 15 M. Dan Pemerintah Kabupaten Karangasem sebesar 750 juta, Akta 26 tanggal 30 Agustus 2021, dan di Tahun 2022 sebesar Rp 750 juta, ungkap Sudharma.(pur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments