Kamis, Februari 22, 2024
BerandaPENDIDIKANPeran Serta Astragraphia Cabang Denpasar dalam Program Pengembangan UMKM Bali Barat

Peran Serta Astragraphia Cabang Denpasar dalam Program Pengembangan UMKM Bali Barat

(WARTADEWATA.COM) – Pada tahun 2023 ini Astragraphia memperluas jangkauan tanggung jawab sosial perusahaan di pilar kewirausahaan dan pendidikan, melalui program Pengembangan UMKM Bali Barat, dengan kembali menggandeng Business & Export Development Organization (BEDO) sebagai mitra pelaksana. Astragraphia Cabang Denpasar terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari audiensi dengan pejabat daerah setempat hingga pelaksanaan acara.

Robertus Alfred Selphiade, Administration Manager Head Cabang Denpasar, Dionisius Bramedya, Business System Analyst dari Cabang Denpasar bersama Junialarasati Perdana, Corporate Communications, dan Indana Ulfah Sitompul, Business Application Designer menjadi perwakilan Astragraphia yang hadir pada pelaksanaan Program Pengembangan UMKM Bali Barat, berupa pelatihan Kelas ASIK Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif (Kelas ASIK) pada 15 hingga 16 Juni 2023 di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana, Bali.

Indana Ulfah Sitompul, Business Application Designer PT Astra Graphia Tbk membawakan materi pelatiham Kelas ASIK. Tercatat total 101 peserta UMKM yang mengikuti tiga materi pelatihan dengan rincian: 52 pelaku UMKM di Kecamatan Gerokgak pada Kelas ASIK 15 Juni 2023, dan 49 pelaku UMKM di Kabupaten Jembrana pada Kelas ASIK 16 Juni 2023. Berikut tema pelatihan yang disampaikan oleh dua orang narasumber dari BEDO dan satu orang narasumber dari Astragraphia.
1. Identitas & Segmen Pasar oleh Jeff Kristianto, Program Manager BEDO.
2. Inovasi Produk oleh Dwi Iskandar, Trainer BEDO & Founder Dwico Fashion.
3. Kemasan kreatif oleh Indana Ulfah Sitompul, Business Application Designer PT Astra Graphia Tbk.

Materi seputar kemasan kreatif yang dibawakan  Indana Ulfah Sitompul meliputi wawasan tentang branding, identitas, logo, hingga tren kemasan. Peserta UMKM yang ingin berinovasi melalui desain label, stiker dan sebagainya dapat mencetak tanpa jumlah minimum, di print
shop yang menjadi rekanan Astragraphia. Dalam pemaparannya, Indana juga memperlihatkan
contoh kemasan-kemasan inovatif dengan harapan dapat menginspirasi pelaku UMKM dalam
menciptakan kemasan yang dapat meningkatkan daya jual produk mereka.

Kabupaten Buleleng dan Jembrana yang menjadi sasaran pengembangan UMKM Bali Barat
masing-masing sudah memiliki Pusat Layanan UMKM Terpadu (PLUT). Berbagai event pelatihan seperti bagaimana cara mendapatkan nomor BPOM, sertifikat halal, hingga inspirasi kemasan kreatif seperti yang dibawakan oleh Astragraphia bisa diadakan di gedung PLUT.

Pada beberapa PLUT yang sudah memiliki mesin cetak sendiri, UMKM juga dapat mencetak
kemasan dengan membawa desain siap cetak. Sebagai catatan, dua print shop mitra Astragraphia yaitu Teleng Indah Printing di Buleleng dan UD Komindo di Jembrana juga dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM untuk mencetak stiker, label, serta berbagai kebutuhan promosi penjualan lainnya.

Astragraphia sebagai perusahaan publik menjalankan tanggung jawab sosial pada empat
pilar: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan. Program Pengembangan
UMKM Bali Barat di tahun ini merupakan perwujudan dari kontribusi perusahaan pada pilar
kewirausahaan, agar UMKM lebih berdaya saing, go online, dan naik kelas, sekaligus pada pilar pendidikan yang ditujukan bagi siswa/siswi SMK agar semakin percaya diri memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Hal ini sejalan dengan budaya perusahaan Valuable to The Nation and Life, semakin Bermanfaat bagi Bangsa dan Peri Kehidupan.(dha)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments