Indeks Literasi Keuangan di Bali Capai 78,77 Persen, Lampaui Angka Nasional

(Foto/ist) Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman : OJK ke depan akan terus melanjutkan berbagai program untuk peningkatan inklusi dan literasi di Bali dengan aliansi strategis bersama berbagai pihak.

(WARTADEWATA.COM) DENPASAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengungkapkan bahwa indeks literasi keuangan maupun indeks inklusi keuangan di Bali lebih tinggi dari pada nasional. Dimana indeks literasi keuangan nasional tahun 2026 sebesar 69,57 sedangkan di Bali sebesar  78,77 persen, merupakan tertinggi ketiga dibanding provinsi lain seluruh Indonesia setelah DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan. Demikian juga untuk indeks inklusi keuangan, provinsi Bali sebesar 96,24 persen diatas indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61 persen.

Menurut Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama dari berbagai elemen strategis di daerah.

Parjiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mengedukasi masyarakat.

“Alhamdulillah, baik indeks literasi keuangan maupun indeks inklusi keuangan di Bali lebih tinggi daripada nasional. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Provinsi serta Kabupaten/Kota di Bali, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, kalangan akademisi, termasuk rekan-rekan media yang selama ini banyak membantu kami melakukan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama di wilayah Bali,” ujar Parjiman dalam keterangannya.

Kendati berada di atas rata-rata nasional, OJK Bali menilai tantangan di sektor keuangan ke depan kian kompleks, terutama maraknya ancaman kejahatan keuangan digital, investasi ilegal, hingga pinjaman online (pinjol) ilegal. Oleh karena itu, penguatan edukasi akan terus digalakkan secara berkelanjutan.

Sebagai langkah antisipasi, OJK Bali berkomitmen untuk memperluas jangkauan program edukasi melalui aliansi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang semakin cakap finansial atau well literated.

Tentunya OJK  ke depan akan terus melanjutkan berbagai program untuk peningkatan inklusi dan literasi di Bali dengan aliansi strategis bersama berbagai pihak, sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat Bali cakap dalam mengelola keuangan, terhindar dari upaya-upaya penipuan dan bujuk rayu baik investasi maupun pinjaman ilegal, termasuk kejahatan keuangan digital, sehingga pada gilirannya kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” harap Parjiman.(ist)

Scroll to Top