Hujan Turun, Jangan Turunkan Kewaspadaan di Jalan

(Foto/ist) Melalui edukasi ini, Astra Motor Bali berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, serta menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.

(WARTADEWATA.COM) DENPASAR — Hujan sering kali membuat pengendara sepeda motor ingin segera tiba di tujuan. Namun, menambah kecepatan untuk menghindari kehujanan justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Bali mengajak masyarakat mempersiapkan perjalanan serta menyesuaikan cara berkendara ketika menghadapi hujan.

Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, mengingatkan bahwa keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama saat kondisi cuaca berubah. Pengendara harus memperhatikan kondisi jalan, jarak pandang, serta kesiapan kendaraan dan perlengkapan berkendara.

“Ketika hujan mulai turun, jangan terpancing untuk memacu kendaraan karena ingin cepat sampai. Kurangi kecepatan secara bertahap, jaga jarak, dan tetap tenang. Lebih baik meluangkan waktu untuk berhenti di tempat yang aman daripada memaksakan perjalanan,” ujar Yosept.

Untuk membantu masyarakat tetap #Cari_Aman, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.

1. Siapkan perlengkapan sebelum berangkat. Gunakan helm berstandar SNI dengan kaca yang bersih, serta siapkan jas hujan model setelan yang sesuai ukuran tubuh. Hindari bagian jas hujan yang menjuntai dan berpotensi tersangkut pada komponen kendaraan. Perlengkapan sebaiknya mudah dijangkau agar pengendara tidak perlu terburu-buru saat hujan datang.

2. Pastikan kondisi sepeda motor siap digunakan. Periksa kondisi dan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, fungsi rem, serta lampu utama, lampu belakang, dan lampu sein. Kondisi kendaraan yang terawat membantu pengendara menghadapi perjalanan dengan lebih aman.

3. Kurangi kecepatan dan tambah jarak aman. Permukaan jalan yang basah membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan tambah jarak dengan kendaraan di depan agar tersedia ruang untuk merespons perubahan lalu lintas. Hindari pengereman, akselerasi, maupun perubahan arah secara mendadak.

4. Jangan sembarang menerobos genangan. Genangan dapat menyembunyikan lubang maupun kerusakan permukaan jalan. Jika kedalaman dan kondisi jalannya tidak dapat dipastikan, pilih jalur alternatif yang aman atau tunda perjalanan. Hindari mengikuti kendaraan lain menerobos genangan tanpa mempertimbangkan risikonya.

5. Pilih tempat berhenti yang aman. Apabila hujan semakin deras atau pandangan terganggu, berhentilah di lokasi yang aman di luar badan jalan. Pastikan tempat tersebut tidak menghalangi arus lalu lintas, akses keluar-masuk, maupun ruang pejalan kaki.

“#Cari_Aman dimulai dari keputusan sederhana, seperti memastikan motor siap digunakan, memakai perlengkapan yang sesuai, dan mengetahui kapan harus menunda perjalanan. Sampai di tujuan dengan selamat harus selalu menjadi prioritas,” tutup Yosept.(bns)

Scroll to Top