BI Denpasar Gelar “Capacity Building Sobat Media”

(WARTADEWATA.COM) Ibu Kota Nusantara — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar kegiatan Capacity Building Sobat Media sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman insan pers mengenai peran, tugas, dan fungsi Bank Indonesia (BI). Langkah ini dinilai untuk meluruskan berbagai persepsi keliru yang masih kerap berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) KPwBI Provinsi Bali, Renold Asri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang belum memahami tugas utama bank sentral secara tepat.
”Dalam diskusi langsung dengan masyarakat, kami masih sering menemukan pemahaman yang kurang tepat. Ada yang mengira di Bank Indonesia bisa mengajukan kredit bunga murah, ada yang mengira BCA lebih besar dari BI, bahkan ada yang masih menyangka tugas pengawasan perbankan masih di BI, padahal sudah lama beralih ke OJK,” ujar Renold saat membuka acara tersebut.
Menjaga Kedaulatan Rupiah dan Pelajaran Kasus Sipadan-Ligitan
Guna mengatasi minimnya literasi tersebut, BI gencar menggelar program sosialisasi, salah satunya melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke wilayah pelosok dan perbatasan.
Renold menegaskan, keberadaan dan penggunaan Rupiah di seluruh pelosok Nusantara bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan fondasi kedaulatan negara.
Ia mencontohkan pelajaran berharga dari lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia di Mahkamah Internasional. Salah satu bukti yang memberatkan posisi Indonesia saat itu adalah dominasi penggunaan mata uang Ringgit oleh warga setempat dalam kehidupan sehari-hari, meski mereka berstatus warga negara Indonesia.
”Kasus Sipadan dan Ligitan menjadi pengingat penting bagi kita. Salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional saat itu adalah tingginya penggunaan Ringgit di kawasan tersebut. Oleh karena itu, menjaga edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah adalah bentuk nyata kita dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tegas Renold.
Kolaborasi Media untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Renold menggarisbawahi bahwa berdasarkan undang-undang yang baru, amanat Bank Indonesia tidak hanya mencakup pemeliharaan kestabilan nilai Rupiah, makroprudensial, dan sistem pembayaran, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk mencapai target tersebut, peran media massa menjadi sangat vital dalam menyebarkan informasi ekonomi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada publik.
”Kami tidak bisa berjalan sendiri. BI membutuhkan sinergi dan bantuan dari rekan-rekan media untuk menyampaikan berita-berita positif dan komprehensif mengenai perekonomian sesuai kondisi riil. Narasi positif dari media akan membangun optimisme pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Agenda Kunjungan ke Kantor Kerja Bersama BI di IKN
Selain pembekalan literasi ekonomi dan teknik pemberitaan, rangkaian kegiatan Capacity Building ini juga dijadwalkan mencakup agenda kunjungan lapangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sobat Media diajak melihat langsung Kantor Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia di IKN yang telah beroperasi dengan sistem pergantian (rolling) pegawai dari pusat secara berkala. Selain itu, peserta juga akan meninjau progres pembangunan Gedung Kompleks Perkantoran BI di IKN yang ditargetkan beroperasi secara penuh pada tahun 2028.(pur)

