AHY: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan, tetapi Awal Tanggung Jawab Mengabdi untuk Bangsa

(WARTADEWATA.COM) BADUNG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui karya dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII Universitas Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (7/11/2026) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali. Dalam kesempatan tersebut, AHY mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian akademik yang diraih setelah melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, komitmen, pengorbanan, dan disiplin.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan, tetapi sebuah awal tanggung jawab untuk mengimplementasikan segala ilmu pengetahuan yang didapatkan selama kuliah dan menerapkannya dalam dunia sebenarnya, melalui karya dan pengabdian,” ujar AHY.
Menurut AHY, generasi muda yang diwisuda hari ini memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia, khususnya dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, disrupsi ekonomi, revolusi teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga krisis iklim dan sumber daya, menuntut generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensi.
AHY mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan otomatisasi akan mengubah lanskap dunia kerja. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri melalui peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembaruan keterampilan (reskilling) agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan lapangan pekerjaan masa depan.
“The future belongs to those who are willing to learn, adapt, and lead,” tegas AHY.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan modal paling penting bagi sebuah bangsa untuk mencapai kemajuan. Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan komposisi generasi milenial serta Generasi Z yang dominan. Namun, besarnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, penguasaan teknologi, dan inovasi.
“Permasalahannya bukan pada jumlah, tetapi pada kualitas. Human capital adalah aset paling penting yang dimiliki bangsa kita. Karena itu, kualitas SDM harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan zaman dan bersaing di tingkat global,” ungkapnya.
AHY juga menyampaikan bahwa pendidikan merupakan faktor fundamental sekaligus kunci keberhasilan transformasi bangsa. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan mampu menciptakan peluang kerja.
Dalam konteks tersebut, AHY mengapresiasi kontribusi Universitas Ngurah Rai dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi penerus bangsa. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
AHY turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh sivitas akademika yang telah mendukung perjalanan para wisudawan hingga mencapai tahap ini.
Menutup sambutannya, AHY mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi perubahan dan ketidakpastian, melainkan mengambil peran sebagai pemimpin perubahan.
“Indonesia Emas 2045 adalah milik kalian semua, generasi muda hari ini. Tugas kita bersama adalah mempersiapkan jalan sebaik-baiknya agar Indonesia menjadi negara yang semakin maju, adil, dan berdaulat,” pungkas AHY.(ist)

