Temu Wirasa Stakeholders Bank Indonesia 2026 : Perkuat Sinergi dengan Responden Survei dan Liaison

(Foto/ist) Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat penggunaan produk lokal Bali, termasuk produk pertanian, perikanan, UMKM, wastra, dan kerajinan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

(WARTADEWATA.COM) DENPASAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Temu Wirasa  Stakeholders 2026 dengan tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” . Kegiatan ini menjadi forum apresiasi sekaligus penguatan kemitraan antara Bank Indonesia dengan para responden survei, mitra liaison, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi,  perbankan,  BUMN,  media,  serta  berbagai  pemangku  kepentingan  yang  selama  ini  berperan penting dalam penyediaan data dan informasi perekonomian Bali. 

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster , dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi, pelaku usaha, serta responden yang menjadi mitra strategis Bank Indonesia dalam pelaksanaan survei dan kegiatan  liaison.  

Pada  kesempatan  tersebut,  Bank  Indonesia  menyampaikan  apresiasi  atas  dukungan seluruh  responden  dan  mitra  yang  secara  konsisten  berkontribusi  menyediakan  data  serta  informasi ekonomi yang berkualitas guna mendukung penyusunan asesmen dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran. 

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menegaskan bahwa data merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif dan responsif terhadap dinamika perekonomian daerah. Ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha. 

Selain itu, Gubernur Bali juga mengajak seluruh pemangku  kepentingan  untuk  terus  memperkuat  penggunaan  produk  lokal  Bali,  termasuk  produk pertanian, perikanan, UMKM, wastra, dan kerajinan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa data dan informasi yang diperoleh melalui berbagai survei serta kegiatan liaison memiliki peran strategis sebagai leading indicator dalam membaca perkembangan ekonomi secara lebih dini sebelum data resmi tersedia. Berbagai informasi yang disampaikan oleh rumah tangga, dunia usaha, pelaku sektor properti, perbankan, asosiasi, maupun instansi strategis lainnya memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi terkini dan prospek perekonomian Bali.

Menurut Achris Sarwani, kontribusi para responden tidak hanya menghasilkan data statistik, namun juga menjadi masukan penting dalam proses analisis dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Informasi yang diperoleh dari para responden sering kali menjadi sinyal awal dalam mengidentifikasi peluang maupun risiko perekonomian, sehingga memungkinkan Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah antisipatif secara lebih cepat dan tepat. 

Bank Indonesia mencatat bahwa perekonomian Bali tetap menunjukkan kinerja yang kuat di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Pada tahun 2026, ekonomi Bali diprakirakan tumbuh dalam kisaran 5,4–5,9 persen (yoy) dengan inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1 persen. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya aktivitas pariwisata, konsumsi rumah tangga, investasi, serta sinergi yang erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Sebagai  bagian  dari  upaya  peningkatan  kapasitas  dan  pembelajaran  bersama,  Temu  Wirasa Stakeholders  2026  juga  menghadirkan  sesi  berbagi  wawasan  bersama  Prof.  Rhenald  Kasali   yang mengangkat  tema  mengenai  kepemimpinan,  kemampuan  beradaptasi  terhadap  perubahan,  serta pentingnya pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan. 

Sesi tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang. Melalui  penyelenggaraan  Temu  Wirasa  Stakeholders  2026,  Bank  Indonesia  Provinsi  Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi dengan seluruh mitra  strategis.  

Sinergi  yang  kuat  dalam  penyediaan  data  dan  informasi  diharapkan  dapat  semakin meningkatkan  kualitas  asesmen  ekonomi,  memperkuat  efektivitas  kebijakan,  serta  mendukung terwujudnya perekonomian Bali yang lebih maju, inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan.(rls)

Scroll to Top