AMB Bagikan Tips Aman Berhenti di Pinggir Jalan untuk Kurangi Risiko Kecelakaan

(WARTADEWATA.COM) DENPASAR — Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan saat sepeda motor melaju di jalan raya, tetapi juga ketika pengendara berhenti di pinggir jalan. Banyak kecelakaan terjadi akibat pengendara mengabaikan prosedur berhenti yang aman, sehingga berisiko tertabrak kendaraan lain maupun berada di titik buta (blind spot). Sebagai Main Dealer sepeda motor Honda di Bali dan bagian dari PT Astra International Tbk, Astra Motor Bali (AMB) terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman.
Kali ini, Astra Motor Bali membagikan tips aman saat berhenti di pinggir jalan agar pengendara tetap terlindungi dari potensi bahaya.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana saat berhenti di pinggir jalan dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan pengendara.
“Banyak pengendara menganggap berhenti di pinggir jalan merupakan hal yang sepele. Padahal, jika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi sekitar, risiko kecelakaan tetap ada. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman, bahkan saat berhenti sekalipun,” ujar Yosepth.
Berikut beberapa tips aman berhenti di pinggir jalan yang dibagikan Astra Motor Bali:
• Pilih lokasi yang aman. Berhentilah di pinggir jalan yang jauh dari keramaian, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta hindari berhenti di dekat mobil yang sedang parkir karena berpotensi menimbulkan blind spot bagi kendaraan lain.
• Turun menggunakan kaki kiri. Saat turun dari sepeda motor, dahulukan kaki kiri agar terhindar dari risiko kaki kanan terlindas kendaraan dari belakang atau tersambar kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.
• Gunakan satu kaki sebagai tumpuan. Usahakan hanya satu kaki yang menapak tanah saat berhenti karena posisi ini lebih stabil dalam menopang sepeda motor dibandingkan menurunkan kedua kaki sekaligus.
• Lakukan safety check. Sebelum kembali melaju, selalu periksa kondisi di sekitar, termasuk melihat ke belakang untuk memastikan situasi lalu lintas aman sebelum masuk kembali ke jalur kendaraan.
Yosepth menambahkan bahwa budaya keselamatan berkendara harus diterapkan dalam setiap aktivitas di jalan, mulai dari sebelum berkendara, saat berkendara, hingga ketika berhenti maupun akan kembali melanjutkan perjalanan.
Melalui edukasi ini, Astra Motor Bali berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di Bali. Dengan selalu mengutamakan keselamatan melalui kampanye #Cari_Aman, setiap perjalanan akan menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jalan.(bns)

