Kamis, Februari 22, 2024
BerandaPENDIDIKANSebanyak 30 Jurnalis dari Lima Provinsi Ikuti Pelatihan Cek Fakta AMSI di...

Sebanyak 30 Jurnalis dari Lima Provinsi Ikuti Pelatihan Cek Fakta AMSI di Bali

Perangi Hoaks Jelang Pemilu 2024

(WARTADEWATA.COM) – Sebanyak 30 jurnalis yang tergabung sebagai anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dari 5 provinsi mengikuti kegiatan Pelatihan Cek Fakta AMSI mulai 14 hingga16 November 2023 di Hotel Aston Kuta, Badung, Bali.

Pelatihan Cek Fakta yang diselenggarakan AMSI bersama Google News Initiative ini yang bertema ‘Melawan Disinformasi dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024’ diselenggarakan serentak di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Untuk pelatihan Cek Fakta di wilayah Indonesia tengah diikuti 5 provinsi seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Elin Yunita Kristanti, selaku Wakil Bendahara Umum AMSI mengatakan pelatihan cek fakta di Bali dalam rangka penguatan redaksi media-media di daerah, khususnya untuk mengantisipasi disinformasi atau hoaks menjelang Pemilu Serentak 2024.

“Cek fakta juga menguatkan fungsi jurnalis sebagai verifikator,” ujar Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com ini usai membuka Pelatihan Cek Fakta di Bali, pada Selasa (14/11/2023).

Diharapkan media-media yang berpartisipasi bisa aktif membuat konten cek fakta atau setidaknya mempublikasikan artikel cek fakta dan menjadi bagian dari anggota dan jejaring media koalisi yang berkolaborasi dalam Cekfakta.com.

Terkait hasil dari kegiatan ini, Ketua Bidang Cek Fakta AMSI Bali I Ketut Adi Sutrisna mengharapkan ketika pulang ke daerah nanti agar disiapkan kanal cek fakta di masing-masing media. Disamping itu, lanjutnya, pengetahuan yang diperoleh selama 3 hari kedepan bisa dibagikan pemahamannya kepada masyarakat luas di daerah masing-masing.

“Harapannya buat rekan-rekan peserta pelatihan cek fakta hari ini bisa menyerap ilmu pengetahuan serta teknik-teknik dalam pemeriksaan fakta dari para trainner yang sudah berpengalaman,” jelasnya.

Sementara Ketua AMSI Bali, I Nengah Muliartha menambahkan pelatihan cek fakta menjadi salah satu cara untuk memastikan keakuratan informasi dan mencegah viralnya kabar burung.

“Ini menjadi penting bagi redaksi media untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Jika hoax sampai viral dan masif, maka dampaknya tingkat kepercayaan masyarakat pada media juga menurun,” tandasnya.

Kegiatan cek fakta, lanjutnya, juga bentuk tanggung jawab sosial media kepada masyarakat, khususnya pembaca.(pur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments