Selasa, April 16, 2024
BerandaTERKINIPerkembangan Digital Pesat, Angka Kejahatan Siber Meningkat

Perkembangan Digital Pesat, Angka Kejahatan Siber Meningkat

Foto bersama usai acara jumpa pers pada Jumat (26/3/2022) di The  Stone, Legian, Bali.

(WARTADEWATA.COM)- Lima tahun  terakhir  ini hingga  21 Maret 2022  terdapat 32.296 laporan phishing domain ‘.id.’  yang dikumpulkan pada dashboard  Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX). “ Phishing atau kejahatan siber, begitu marak dewasa ini. Dengan perkembangan digital yang begitu pesat, angka kejahatan siber ini, juga terus meningkat. Pada kuartal  pertama tahun 2021 tercatat 3.180  laporan Phising. Domain .’ id. Selain  anggota  IDADX  laporan  data  phising  juga  berasal dari masyarakat  atau  Netcraft,” ungkap Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Yudho Giri Sucahyo, dalam acara jumpa pers pada Jumat (26/3/2022) di The  Stone, Legian Bali.

Acara jumpa pers IDADX ini juga dihadiri oleh Muhammad Fauzi, Deputi Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi dan Teknik PANDI;  Azhar Hasyim, Wakil Ketua Bidang Keuangan, Keorganisasian dan Keanggotaan;  Helni Mutiarsih Jumhur, Dewan Pengawas; Merza Fachys, Dewan Pengawas; AM Natsir Amal, Ketua Dewan Pengawas; dan  Isnawan, Wakil Ketua Bidang Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik.
Menurut Yudho, phising sangat  berbahaya  lantaran  merupakan  usaha untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan di internet. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening),  ujarnya.
Yudho Sucahyo menginisiasi dan mengelola IDADX guna  meningkatkan keamanan siber nasional dengan memfasilitasi respons global terhadap kejahatan internet di sektor pemerintah, penegakan hukum, industri, dan komunitas internet. “ Saat ini  PANDI  memiliki keanggotaan  25 register dan  tidak menutup kemungkinan keanggotaannya terbuka bagi lembaga/organisasi lain,” kata Yudho.
Muhammad Fauzi, Deputi Bidang Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi, dan Teknik PANDI , menjelaskan, terkait kegiatan IDADX ini, PANDI juga ingin menegaskan komitmennya untuk memberikan laporan rutin kepada publik pada tiap kuartal (tiga bulanan), sehingga masyarakat dapat memantau dan mengetahui bagaimana perkembangan phishing dan dampaknya bagi masyarakat. “Pada kuartal I tahun ini kami mencatat terdapat 3.180 laporan phishing, yang mana sektor bisnis yang paling banyak menjadi sasaran adalah lembaga/layanan keuangan. Dengan adanya Indonesia Anti-Phishing Data Exchange ini, kami berharap nama domain .id semakin dapat dipercaya oleh masyarakat,” jelasnya.(rls)
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments