Kamis, Februari 22, 2024
BerandaGaya HidupPameran Lukisan Whispering Calligraphy di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur

Pameran Lukisan Whispering Calligraphy di Sudakara ArtSpace Sudamala Resort Sanur

(WARTADEWATA.COM) – Sudakara ArtSpace berkolaborasi dengan keluarga Almarhum Made Wianta menghadirkan pameran lukisan kolaborasi “Whispering Calligraphy”, yang berlangsung dari 28 Agustus hingga 30 September 2023, di Sudakara ArtSpace, Sudamala Resort, Sanur, Denpasar-Bali.

Tampak COO of Sudamala Resort, Ricky Putra saat memberikan kata sambutan.

Made Wianta merupakan salah satu pelukis kebanggaan Bali dan Indonesia. Karya kaligrafi Wianta dengan teknik brush struck dan cipratan warna-warna yang menakjubkan terlihat sangat kompromi ketika membangun ruang dalam medium dua dimensi. Huruf-huruf kanji jepang katagana hiragana adalah mula inspirasi yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai spirit asia, Wianta seolah merasa terpanggil untuk mengolah keindahan kaligrafi Jepang dalam sebentuk karya seni rupa.

Inspirasi terbuatnya karya “Whispering Calligraphy” terjadi pada tahun 1985, Made Wianta berkunjung ke Fukuoka- Jepang, mendampingi Bapak Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra dalam lawatan budaya. Disana Made Wianta, terkesima melihat istana Edo dengan lukisan lukisan kaligrafi Jepang. Pada saat ini berkunjung ke Zen Caligrapher dan mencoba mengekspresikan kaligrafi dengan kuas, tinta dan kertas, hasilnya mendapat pujian dari Master Zen Calligrapher. Bahkan sang master mengira Made Wianta memiliki darah Jepang. Sejak saat itu, Made Wianta melatih tangan dan konsentrasinya agar tercipta kaligrafi yang tidak hanya tulisan, tetapi lukisan. Wianta merasa bahwa setiap huruf-huruf yang indah bisa mengeluarkan bunyi seperti tanda-tanda dalam nada lagu. Sehingga sebelum dia mencoretkan kuas diatas kanvas, Wianta selalu bermeditasi pada adukan kuas dalam tinta seperti yang diajarkan Master Zen Calligrapher. Disaat hening itu Wianta mendengar bisikan kaligrafi (whispering calligraphy) seperti bisikan angin, udara, air yang kemudian menjadi ritme indah yang tertuang di kanvas dari bisikan kaligrafi, tutur istri Wianta, lntan Kirana Wianta didampingi anaknya, Burat Wangi Wianta, pada Senin (28/8/2023) di Sudakara ArtSpace, Sudamala Resort, Sanur, Denpasar-Bali.

Ditempat yang sama, COO of Sudamala Resort, Ricky Putra mengungkapkan Sudakara merasa terhormat dapat memamerkan karya seni dari Almarhum Made Wianta. Karya-karya beliau diakui di dunia Internasional. Gaya lukis beliau selalu berkembang, dan bisa diterima oleh berbagai kalangan. Karya-karyanya masih terasa relevan hingga hari ini, ungkapnya.

Putu Suasta, Direktur Sudamala Resorts yang juga budayawan mengatakan Sudamala Resort tak sekedar hotel melainkan untuk kepentingan kebudayaan. Bahkan Sudakara ArtSpace ini sudah aktif sejak 9 tahun lalu, ujarnya.

Direktur Komersial Sudamala Resorts, I Wayan Suwastana, menjelaskan, pameran lukisan yang menampilkan 18 karya dari seniman berbakat almarhum Made Wianta. Made Wianta merupakan contoh nyata dimana ketidakpahaman atas arti bahasa tidak membuat peristiwa penikmatan keindahan tulisan menjadi tidak mungkin. Made Wianta lahir pada 20 Desember 1949, menempuh pendidikan di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Denpasar, berlanjut ke Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) ‘ASRI’ yang saat ini merupakan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain belajar gaya klasik wayang pada lukisan Bali di Kamasan, Klungkung, Made Wianta juga memperdalam kemampuan melukisnya di Brussels, Belgia pada sekitar tahun 1970-an, jelas Suwastana.(pur)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments