Kamis, Februari 22, 2024
BerandaPENDIDIKANMinimalisasi Pencemaran Danau Buyan, Akademisi Unwar Rekomendasikan Bioflok

Minimalisasi Pencemaran Danau Buyan, Akademisi Unwar Rekomendasikan Bioflok

(WARTADEWATA.COM) – Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si merekomendasikan teknologi bioflok kepada pembudidaya ikan nilai di Danau Buyan, Pancasari-Buleleng. Budidaya sistem Bioflok adalah teknologi budidaya ikan untuk memperbaiki kualitas air dengan memanfaatkan bakteri heterotroph untuk mengubah N organik dan anorganik yang bersumber dari feses dan sisa pakan ikan menjadi biomassa (flok) yang dapat menjadi pakan alami bagi ikan. Teknologi Bioflok ini menjadi salah satu alternatif pemecah masalah limbah budidaya intensif. Teknologi ini yang paling menguntungkan karena selain dapat menurunkan limbah nitrogen anorganik dari sisa pakan dan kotoran, teknologi ini juga dapat menyediakan pakan tambahan berprotein untuk hewan budidaya sehingga dapat menaikkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.

Sang Ayu menyatakan teknologi dapat menjadi alternatif menyusul adanya larangan penggunaan keramba jaring apung (KJA), karena telah berkontribusi bagi peningkatan pencemaran air danau. “Intensifnya perkembangan budidaya ikan dalam keramba jaring apung berpotensi meningkatkan akumulasi beban pencemar di perairan danau. Pertumbuhan KJA yang tak terkendali umumnya disertai dengan pemberian pakan yang berlebihan (over feeding) sehingga banyak sisa pakan yang terbuang ke perairan dan mengakibatkan pengkayaan unsur” kata Sang Ayu saat dikonfirmasi di Denpasar pada Kamis (29/6/2023).

Menurut Sang Ayu, sisa pakan yang mengendap di dasar perairan berpotensi menjadi sumber racun bagi ikan-ikan di permukaan ketika terjadi umbalan atau upwelling. Lahan pekarangan dapat berpotensi besar jika dikelola dengan baik. Salah satunya dengan melakukan budidaya ikan nila pada kolam terpal dengan sistem bioflok, ujarnya.

Sang Ayu mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi Bioflok telah banyak dikaji dan diaplikasikan pada budidaya udang, ikan air tawar jenis lele, nila yang menunjukkan hasil pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta nilai rasio konversi pakan lebih baik dibandingkan dengan pemeliharaan yang umum digunakan. Penerapan teknologi kolam bundar dan bioflok mampu menyelesaikan permasalahan dengan meningkatkan kepadatan tebar ikan, menekan kebutuhan pakan komersil, meningkatkan keseragaman ikan, meningkatkan produktivitas dengan berkurangnya kematian serta pemerataan pertumbuhan ikan, ungkapnya.

Ia mengakui upaya sosialisasi dan pelatihan terkait penerapan teknologi bioflok telah diberikan kepada Kelompok Budidaya Bulian Sari, di Desa Pancasari-Buleleng pada 26 Juni 2023. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian berskala internasional yang merupakan kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa dengan The Central Bicol State University Of Agriculture- Philippines.(rls)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments