Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaPENDIDIKANAFPI Terus Dorong Realisasi Kredit Produktif

AFPI Terus Dorong Realisasi Kredit Produktif

(WARTADEWATA.COM) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Polda Bali menggelar Gathering Sahabat Media yang dipadu dengan diskusi tentang Kejahatan Siber dan Perkembangan Industri Fintech pada Senin (11/12/2023) di Hotel Pramana Zahill, Kintamani, Bangli. Dalam diskusi kali ini dipandu oleh Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Bali I Gusti Bagus Adi Wijaya, dengan menghadirkan Kanit IV Subdit V Direskrimsus Polda Bali AKP I Made Martadi Diputra dan Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI I Made Wisnu Saputra.

OJK Provinsi Bali maupun AFPI terus melakukan edukasi dan literasi keuangan serta mendorong agar realisasi kredit untuk mendanai kegiatan pada sektor-sektor produktif.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI I Made Wisnu Saputra menjelaskan secara nasional realisasi kredit multiguna atau konsumtif masih lebih besar dibanding kredit produktif. Dari catatan AFPI yang membawahi 101 pelaku usaha teknologi keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam a ‘peer to peer ‘ atau P2P lending, realisasi kredit multiguna atau konsumtif secara nasional masih dominan. Pemanfaatan kredit konsumtif lebih besar dibandingkan kredit produktif, jelasnya.

P2P Lending berpeluang besar mengarahkan kredit ke sektor produktif apalagi diperkirakan sekitar 46,6 juta UMKM belum memiliki akses kepada kredit. Bahkan, sebanyak 132 juta individu belum memiliki akses kepada kredit. “Kami akan coba edukasi ke masyarakat gunakan P2P Lending untuk sesuatu yang produktif,” ujar Made Wisnu Saputra.

Tahun 2024, AFPI akan lebih memfokuskan untuk menggarap 75 persen kredit produktif pada 2024 untuk mendukung UMKM. Bagaimana realisasi kredit bisa ke sektor produktif dan penyelenggara (teknologi keuangan) diharuskan untuk portofolio pinjaman produktif, tidak hanya fokus di kredit konsumtif. Catatan AFPI realisasi pinjaman didominasi kredit konsumtif per September 2023,
Kredit konsumtif mencapai Rp12,9 triliun. Jumlah itu jauh di atas realisasi kredit produktif P2P Lending yang secara nasional mencapai Rp7,8 triliun. Dicontohkan, saat ini lebih banyak kredit konsumtif untuk memenuhi gaya hidup. Potensi industri fintech yang bisa mengoptimalkan realisasi kredit atau pembiayaan yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi industri jasa keuangan konvensional. Diketahui, sejak 2018 sampai September 2023, pelaku usaha P2P Lending telah menyalurkan Rp8,79 triliun. Besaran pinjaman pada Januari-September 2023 ssbanyak Rp846,5 miliar, kata Wisnu Saputra.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali Kristianti Puji Rahayu dalam kesempatan tersebut mengatakan selain tingginya minat masyarakat berinvestasi namun juga tak sedikit yang menjadi korban investasi ilegal tidak berizin. Karenanya, AFPI dan OJK Provinsi Bali akan terus menerus melakukan edukasi dan literasi agar masyarakat peduli mana investasi yang legal dan ilegal, ujarnya.(pur)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments